Imamah



Ushuluddin ke-5 adalah Imamah - Kepemimpinan (إمامة‎‎). Mazhab Syi’ah percaya bahwa berbagai urusan kehidupan agama maupun dunia berada di tangan Rasulullah saw, disamping sebagai suatu kewajiban ilahiah untuk menaati Rasul saw secara mutlak dalam segala hal, termasuk malah politik, sosial, ekonomi maupun militer.

Karena Islam mencakup tugas dan aturan ibadah dan akhlak, dan Rasul memikul tugas dakwah dan mendidik umat, menerapkan hukum dan syariat, dengan demikian kendali agama dan pemerintahan berada di tangannya.

Dalam Mazhab Syi’ah,  Imamah dan kepemimpinan merupakan urusan Allah, dengan demikian para Imam tersebut adalah pilihan Allah, mereka adalah orang-orang yang maksum, terjaga dari dosa dan kesalahan dalam menerangkan dan menyampaikan hukum-hukum Islam, serta suci dari maksiat dan kezaliman. 

Allah memilih dan mengangkat Ali bin Abi Thalib as sebagai Imam dan khalifah kaum Muslim sepeninggal Rasulullah saw. Pemilihan dan pengangkatan Ali as ini dilakukan oleh Rasulullah saw secara langsung dan dihadapan umat Islam saat itu. Beliau pun memilih dan menentukan 11 dari keturunan Ali as sebagai Imam bagi kaum Muslim setelah wafatnya hingga akhir zaman.

Urutan para Imam tersebut adalah sebagai berikut:
  1.  Ali bin Abi Thalib (600–661), juga dikenal dengan Imam 'Ali as. / Amirul Mukminin.
  2.  Hasan bin Ali (625–669), juga dikenal dengan Imam Hasan al-Mujtaba as.
  3.  Husain bin Ali (626–680), juga dikenal dengan Imam Husain asy-Syahid as.
  4.  Ali bin Husain (658–713), juga dikenal dengan Imam Ali Zainal Abidin as.
  5.  Muhammad bin Ali (676–743), juga dikenal dengan Imam Muhammad al-Baqir as.
  6.  Jafar bin Muhammad (703–765), juga dikenal dengan Imam Ja'far ash-Shadiq as.
  7.  Musa bin Ja'far (745–799), juga dikenal dengan Imam Musa al-Kadzim as.
  8.  Ali bin Musa (765–818), juga dikenal dengan Imam Ali ar-Ridha as.
  9.  Muhammad bin Ali (810–835), juga dikenal dengan Imam Muhammad al-Jawad atau Imam Muhammad at Taqi as.
  10. Ali bin Muhammad (827–868), juga dikenal dengan Imam Ali al-Hadi as.
  11. Hasan bin Ali (846–874), juga dikenal dengan Imam Hasan al-Askari as.
  12. Muhammad bin Hasan (868—), juga dikenal dengan Imam Muhammad al-Mahdi as.